Pariwisata Di Tengah Pandemi

Penerapan protokol kesehatan juga dilaksanakan oleh pengelola wisata Pule Mayung di wilayah Kulon Progo, Yogyakarta. Untuk mengurangi kontak fisik dan menjaga jarak, dilakukan metode pembelian tiket dengan cara daring yang dapat dilakukan dari gawai masing-masing pengunjung. Selain itu, sebelum menuju pintu masuk disediakan lima wastafel baru untuk mencuci tangan kemudian petugas mengecek suhu tubuh pengunjung. Penerapakan protokol kesehatan juga dilakukan dengan melakukan penyemprotan disinfektak terhadap peralatan permainan di kawasan tersebut.

Jika pandemi berakhir pada akhir 2020, terhitung sudah hampir setahun lamanya masyarakat Indonesia melakukan bodily distancing. Kebiasaan selama dua belas bulan ini tentunya akan merubah kebiasaan lama seseorang. Untuk itu, besar harapan kami, pandemi COVID-19 benar-benar menjadi momentum untuk berkaca pada diri dan meminta maaf pada alam agar ke depan kita dapat membangun, mengelola, serta berwisata secara bijak dan beretika. Jika melihat tujuan besar arah pembangunan Daftar Situs Judi Slot Terpercaya 2021 di atas, seharusnya pembangunan pariwisata Indonesia telah sejalan dengan konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Walaupun memang dinyatakan bahwa kebijakan tersebut hanya bisa diimplementasikan dalam jangka pendek, sedangkan untuk jangka waktu panjang memang tetap mengandalkan tamu asing. Penghentian penerbangan komersial ini juga merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 yang mengatur pengendalian transportasi selama masa pandemi Covid-19.

Keharusan mencuci tangan tidak hanya di pintu masuk depan, tetapi di dalam area sebelum masuk ke space situs juga disediakan tempat mencuci tangan dengan pengawasan petugas TWC Prambanan. Protokol yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan tersebut kemudian diturunkan menjadi buku Panduan Protokol Kesehatan untuk Sektor Ekonomi Kreatif pada Juli 2020. Panduan ini ditujukan bagi penghasil, pelaku, pengelola, karyawan, tamu dan klien dari produk dan jasa kreatif sehingga dapat tetap produktif dan merasa aman di tengah pandemi COVID-19.

Kondisi ini disinyalir terjadi akibat anjloknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali, baik dari dalam pun luar negeri. Sebagai pengingat, virus korona telah menyebar di luar Indonesia sejak akhir 2019, dan membuat sejumlah negara mulai membatasi kegiatan antarorang sejak awal 2020. Sejak memasuki awal kuartal ketiga, pegiat pariwisata sempat mulai bergairah dan optimistis pasca diterapkannya tatanan kenormalan baru .

Pariwisata saat ini

Terlebih, Kota Tegal mempunyai four sektor wisata unggulan yang belakangan ini mulai diminati. Selain itu, sektor UMKM juga cukup banyak bertumbuh, baik dari dalam maupun luar negeri. Dorongan sektor tersebut sangat membantu masyarakat ekonomi kelas bawah untuk kembali mengais rezeki di tengah gempuran pandemi. Sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia, tentu saja sektor pariwisata harus segera bergerak untuk pulih dari keterpurukan yang menghantamnya karena pandemi Covid-19 yang melanda. Mengutip dari Kompas.com, Deputy of President ASEAN Tourism Association, Eddy Krismeidi Soemawilaga mengatakan, untuk menarik wisatawan, setiap destinasi wisata perlu menerapkan protokol ‘The New Normal’.

Namun demikian, imbau Demer, seluruh komponen pariwisata Bali harus tetap beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Jangan sampai, euforia pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara membuat terlena. Sehingga, seluruh pihak harus terus menyadari keadaan saat ini masih di bawah bayang-bayang Covid-19 yang berbeda dengan kondisi normal.

Terobosan strategi pemerintah dan kerjasama antar pemerintah dan masyarakat menjadi penentu keberhasilan pemulihan perekonomian daerah Bali. Anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah Bali pun bukan angka yang sedikit. Sebagai contoh bantuan sosial bidang pendidikan pemerintah Bali harus mengeluarkan anggaran 38M untuk membantu siswa SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan Mahasiswa di sixty six Perguruan Tinggi Negeri / Swasta.

Puan, mengaku sengaja mengajak anggota dewan lainnya untuk memberikan dukungan program percepatan vaksinasi. Pantauan Espos, sejumlah tempat rekreasi air di Kecamatan Selogiri dan Kecamatan Wonogiri masih ditutup. Sesuai surat edaran Bupati Wonogiri termutakhir, tempat wisata ditutup hingga 23 Mei 2021. Setelah masa penutupan itu berakhir Hardono berkonsultasi dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Wonogiri mengenai operasional tempat wisata. Upaya-upaya tersebut sangat didukung oleh partisipasi masyarakat yang saat ini mengalami kendala dalam perekonomian yang masih belum stabil hingga saat ini.

Akan tetapi, pembatasan ini lama-lama makin membebani perekonomian warga dan daerah yang selama ini tergantung dengan industri pariwisata. Terakhir, adanya kecenderungan masyarakat untuk memperhatikan aspek sustainability . Masyarakat dunia, termasuk juga Indonesia akan makin sadar bahwa pariwisata massal memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan bumi. Untuk itu, kami memprediksi akan muncul kelompok masyarakat baru yang lebih memilih berlibur ke destinasi wisata yang mendukung ekonomi lokal, pengembangan budaya, dan pelestarian lingkungan hidup. Menurut Lestari, industri pariwisata nasional terkena dampak luar biasa akibat pandemi Covid-19.

Leave a Reply