Dampak Yang Diterima Pariwisata Indonesia Selama Pandemi Virus Covid

Biznet menyambut baik dan mendukung inisiatif pemerintah dalam menjalankan program Work From Bali , sebuah program pemulihan sektor pariwisata di Bali yang diluncurkan bulan lalu. Sementara itu, untuk destinasi wisata Kepulauan Riau terbagi menjadi dua daerah yang terdampak isu virus corona, yaitu Bintan dan Batam. Nia menyebutkan Batam menyasar wisatawan Singapura, sedangkan Bintan menyasar wisatawan China. Biwara mengatakan, Pemerintah D.I. Yogyakarta saat ini masih dalam tahap uji coba dan melakukan berbagai simulasi guna memastikan kesiapan lokasi-lokasi wisata termasuk resort, rumah makan, tempat perbelanjaan dan sarana pendukung lainnya. Terdapat tim verifikasi dan bidang penegakan hukum yang bertugas untuk menilai sejauh mana kesiapan perangkat-perangkat pendukung khususnya dalam hal penerapan protokol kesehatan. Melihat beberapa hal yang tengah dipersiapkan pemerintah untuk kembali memulihkan sektor pariwisata, tampaknya akan terdapat beberapa dampak positif yang terasa dari strategi penerapan ‘The New Normal’ ini di bidang pariwisata.

Ini tidak saja membutuhkan anggaran yang banyak tetapi juga pendampingan yang intensif, sehingga pembenahan destinasi yang dilakukan sesuai dengan commonplace global manajemen destinasi pariwisata yang berkelanjutan. “Kami terus berupaya menjalin kerja sama dengan semua pihak untuk menghidupkan kembali pariwisata yang menghadapi kesulitan sebagai dampak dari Covid-19,” ungkap Dedi. Sementara itu, Catharina Puspita Sari yang tinggal di Yogyakarta bekerja di sebuah agen perjalanan besar. Kepada VOA, dia mengatakan perusahaan tempatnya bekerja mengalami “nol transaksi” sehingga menerapkan “contingency plan” untuk bertahan dengan dana cadangan sampai akhir tahun. Sementara itu, pemerintah terus melakukan upaya untuk memutuskan mata rantai virus COVID-19.

Pariwisata saat ini

Kelima, bekerjasama dengan tempat wisata, perhotelan, dan restaurant untuk melakukan branding dan promo wisata seluas – luasnya. Masyarakat baik domestik maupun mancanegara tentunya mengalami kejenuhan setelah berbulan – bulan menjaga jarak dengan cara berdiam dirumah. Situasi ini harus dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk dapat menarik wisatawan memilik Bali sebagai destinasi menghilangkan kejenuhan pasca penanganan pandemi corona. Meskipun stabilitas industri pariwisata diprediksi terjadi dalam dua tahun mendatang, pelaku industri bisa memanfaatkan momen ini untuk mempersiapkan protokol baru dalam rangka menyambut kedatangan turis usai pandemi. Pelaku pariwisata dan industri hospitality harus mulai menyesuaikan bisnisnya dengan kondisi wisatawan yang nantinya akan memperhatikan faktor higienitas dan keamanan.

Ketiga, pariwisata yang memberikan kontribusi jadi tidak hanya bersenang – senang. Pelaku industri pariwisata harus memaksimalkan penggunaan teknologi, terutama untuk merampingkan proses administrasi yang rumit. Selain itu, teknologi juga dapat membantu dalam bidang digital advertising dan digital cost yang menjadi semakin populer semenjak pandemi. Menurutnya, pandemi telah membuat orang semakin terbiasa untuk bekerja dari mana saja, termasuk dari tempat wisata. Oleh karena itu, industri pariwisata tidak seharusnya mati, tetapi justru harus dioptimalisasi, di-reinventing, dan dipulihkan. Pelaku-pelaku usaha wisata ini sudah ditraining dan diharapkan sudah siap untuk sertifikasi.

Dalam kurun waktu yang belum lama ini Organisasi Pariwisata Dunia merilis situasi dan dampak virus korona akan membuat penurunan penerimaan pariwisata internasional dengan perkiraan sekitar 20 hingga 30 persen. Oleh karena itu, fokus pada mempelajari Bahasa Inggris akan membantu mengatasi keadaan ini. Halangan bahasa ini adalah alasan mengapa sejumlah warga Singapura lebih memilih Malaysia ketimbang Indonesia sebagai tempat tujuan wisata mereka.

Dalam penjelasannya pada sixteen April 2020, Presiden menegaskan akan merealokasi anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke program padat karya bagi pekerja yang bergerak di bidang wisata. Selanjutnya, para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif akan diberi stimulus ekonomi agar bisa bertahan tidak terjadi PHK besar-besaran. Masa pandemi membuat Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang paling tidak diuntungkan dengan situasi yang ada, terutama bagi pengusaha dan mereka yang bekerja di bidang perhotelan dan industri pariwisata secara umum.

Antara lain melalui program Bangga Berwisata di Indonesia (#diindonesiaaja). Dia mengatakan, ada fifty five juta warga negara Indonesia kelas menengah di Indonesia yang sangat potensial digarap untuk bisa berwisata di dalam negeri. Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, untuk menggenjot sektor pariwisata, baik melalui kunjungan wisatawan asing maupun domestik, dibutuhkan sebuah kolaborasi kolosal. Saat ini, fokus pemerintah pada destinasi wisata lokal untuk shifting goal Agen Bola Online wisatawan asing ke wisatawan Nusantara yang diperkirakan sebesar juta orang pada tahun ini.

Yusdi, sapaan Yusdi Lamatenggo selain mengikuti program vaksinasi yang jalankan pemerintah, Dinas Pariwisata sendiri memiliki memiliki tiga strategi besar. Raja Ampat, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pariwisata melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengembangkan sektor pariwisata pada masa pandemic Covid-19. “Untuk masalah vaksin bebas wisata itu kan kebijakan bukan di kita, kebijakan di pemerintah. Jadi kita ikuti saja apa yang sudah berlaku dan memang tujuannya baik untuk kesehatan masyarakat.” Menjawab pertanyaan dari direktur MNC Group Hary Tanoesoedibyo, dalam MNC Investor Forum, tentang kapan industri pariwisata akan dibuka, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah belum bisa memberikan jawaban pasti.

Leave a Reply